TERBARU.......

Tampilkan postingan dengan label INFORMASI SEPUTAR BENCANA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label INFORMASI SEPUTAR BENCANA. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 Oktober 2015

LIMA HARI HILANG, EMPAT ORANG PETAMBAK WARGA TARAKAN BELUM DITEMUKAN




Sahabat #Tarakan , Sudah lima hari ini empat orang petambak Tarakan yaitu Arman, Bima, Rudi, dan Dadang hilang di wilayah perairan Tarakan akibat kabut asap. Hal itu diungkapkan Tika, istri Arman, salah satu korban hilang.

KABUT ASAP DI TARAKAN, RENGGUT NYAWA BAYI BERUSIA SATU TAHUN




Sahabat #Tarakan , Seorang bayi laki-laki bernama Fahmi Ammar berusia satu tahun meninggal dunia, karena diduga menghirup kabut asap yang menyelimuti Kota Tarakan hingga saat ini, Rabu (21/10/2015). Usai salat dzuhur, jenazah anak bungsu empat bersaudara ini dikuburkan di pemakaman yang tidak jauh dari rumahnya di Jalan Aki Balak RT 01 No 80 Kelurahan Karang Harapan, Kecamatan Tarakan Barat.

Selasa, 20 Oktober 2015

JENIS MASKER YANG PALING TEPAT DIGUNAKAN DI TENGAH KABUT ASAP



Sahabat #Tarakan , Bencana kabut asap belum juga berakhir. Terkait bencana tersebut, beberapa waktu lalu ada perbedaan pendapat mengenai jenis masker apa yang paling cocok digunakan warga yang terpapar asap.

Kamis, 17 September 2015

AKIBAT KABUT ASAP, DI TARAKAN DORCE GAMALAMA IKUT BEREBUT MINTA MASKER



Sahabat #Tarakan , Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tarakan kembali membagi-bagikan masker gratis kepada masyarakat, Rabu (16/9). Namun kali ini giliran buruh, nelayan dan calon penumpang yang berada di Pelabuhan Malundung dan Pelabuhan Tengkayu 1.

Rabu, 16 September 2015

GARUDA RUGI Rp. 150 JUTA KARENA KABUT ASAP DI TARAKAN



Sahabat #Tarakan, Kabut asap yang menyelimuti Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) sejak beberapa hari terakhir ini, berdampak pada sektor penerbangan. Bahkan, pada Selasa malam, (15/09/2015) 3 jenis maskapai penerbangan untuk jurusan Tarakan, Balikpapan, Surabaya dan Jakarta terpaksa menunda jadwal penerbangan dengan alasan mengutamakan keselamatan penumpang.

Selasa, 15 September 2015

KABUT ASAP LUMPUHKAN PENERBANGAN DI TARAKAN KALIMANTAN UTARA



#Tarakan - Kabut asap tebal masih menyelimuti Kota Tarakan, Kalimantan Utara. Pekatnya kabut asap membuat jarak pandang terganggu. Selain melumpuhkan aktivitas penerbangan, kabut asap juga menimbulkan penyakit pernafasan.

Sabtu, 09 November 2013

6 Penumpang Selamat Heli TNI Diterbangkan ke Tarakan



Enam penumpang yang selamat dalam kecelakaan helikopter TNI AD di Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, Sabtu (9/11/2013), dievakuasi ke Tarakan. Keenam penumpang selamat tersebut diterbangkan dari lokasi kejadian pada pukul 15.00 Wita dan diperkirakan sampai di Bandara Juwata Tarakan sekitar pukul 17.14.

Rabu, 16 Oktober 2013

Gempa Filipina, Tarakan Tak Jadi Tsunami



Gempa yang terjadi di Filipina Selatan kemarin pagi sempat menimbulkan kepanikan warga di utara Kaltim. Penyebabnya, beberapa saat setelah guncangan keras yang terjadi pukul 07.12.36 WIB itu, alarm peringatan dini tsunami berbunyi. Namun, beberapa saat kemudian peringatan itu dicabut.

Alarm peringatan dini tsunami yang berbunyi merupakan milik Pacific Disaster Center. Dalam peringatan yang langsung disampaikan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) itu, gempa di Filipina akan menimbulkan tsunami di Tarakan, Manado, Patani, Sorong, dan Jayapura.

Jumat, 27 September 2013

Toko Berusia 35 Tahun Ludes



#Tarakan - Toko Metro Jaya yang berada di Jalan Yos Sudarso, ludes dilalap si jago merah kemarin siang sekira pukul 11.30 wita. Toko ini merupakan salah satu toko tertua yang ada di kota Tarakan.

Dibangun sejak tahun 1978, dan setahun kemudian pada 1979 resmi berniaga.

Bangunan berwarna kekuningan tersebut memiliki luas total 14 X 45 meter dengan luas toko 16 X 25 meter itu menjual aneka barang seperti konvensi, elektronik, kipas angin, karpet, barang-barang kelontongan, alat memancing dan masing banyak jenis lainnya.

Matahari Tepat Diatas Ekuator




Suhu Udara 34 Derajat, Waspada Kebakaran Lahan


#Tarakan - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tarakan melaporkan bahwa cuaca panas yang terjadi beberapa hari belakangan ini di Tarakan, diakibatkan oleh posisi matahari berada tepat diatas ekuator atau garis khatulistiwa. Ditemui di ruang kerjanya, Forecaster BMKG Tarakan Wiliam Sinaga menyebutkan, kisaran suhu udara yang terjadi pada beberapa hari belakangan ini memang cukup tinggi, yakni maksimum 34 derajat Celcius dan minimum antara 25 hingga 26 derajat Celcius. “Pada tanggal 24 September itu, suhu udara memang dilaporkan cukup tinggi yakni 34 derajat Celsius. Jadi memang cukup panas,” jelasnya.

Kamis, 06 Juni 2013

Kalimantan Utara " KALTARA " Diguncang Gempa 4,8 SR





Lokasi Gempa 46 KM Tenggara Tarakan Berkedalaman 17 KM


#Tarakan - Sekira pukul 03.24 Wita kemarin (6/6/2013), masyarakat Tarakan dan daerah sekitarnya dikagetkan dengan adanya getaran atau guncangan yang terjadi di permukaan bumi akibat pelepasan energi dari dalam secara tiba-tiba yang menciptakan gelombang seismik atau gempa berkekuatan 4,8 Skala Ritchter (SR)—berdasarkan informasi pihak Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kota Tarakan.

Rabu, 10 April 2013

Dua Rumah Terbakar, Pemilik Pingsan




#Tarakan - SI jago merah kembali membara. Selasa malam (9/4) tadi, kebakaran melanda rumah almarhum Senses Lausu Mardiorior, di Jl Diponegoro  Sebengkok Pelayaran RT 14, Kelurahan Sebengkok. Dari kejadian semalam, diketahui 2 unit rumah hangus terbakar dan 1 unit rumah yang didepan rumahnya rusak untuk mencegah agar api tak menjalar.

Minggu, 17 Maret 2013

Hariyanto : Beri Kami Waktu 15 Menit Untuk Prosedur Pemadaman


#Tarakan - “Berikan kami waktu 15 menit untuk melakukan prosesdur pemadam, sesuai dengan peraturan yang berlaku,” Kata H. Hariyanto SE, M.Si, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tarakan, Selasa (05/03). 

Karena ada beberapa tahap yang harus dilewati,” lanjutnya. 

Sabtu, 03 November 2012

Renggut Nyawa Bocah 6 Tahun




Terseret Arus Sungai, Tubuh Tersangkut di Tiang Jembatan


#Tarakan – Tidak hanya menyebabkan banjir di mana-mana, hujan deras mengguyur Tarakan sejak pukul 09.00 hingga menjelang sore kemarin juga menimbulkan petaka. Seorang bocah yang masih duduk di bangku kelas 1 Sekolah Dasar, Nurul Aprilia, akhirnya meninggal setelah sempat terseret arus sungai yang lokasi ditemukannya sekitar 500 meter dari rumahnya di Jl. Rawasari Indah RT 15 Kelurahan Karang Harapan.

Sabtu, 14 Juli 2012

SATU KELUARGA TERBAKAR DIDALAM MOBIL ANGKOT




Ibu Kritis, Satu Balita Tewas Terpanggang 


#Tarakan - Sebuah mobil angkutan umum (angkot) merah terbakar hebat di Jl Mularman, tepatnya di samping perempatan Jl Wijaya Kusuma (Perumnas), Jumat (13/7) siang kemarin. Kejadian ini terbilang tragis. Satu keluarga, yakni Syamsuddin (31 tahun, sopir angkot) bersama istri dan kedua anaknya terbakar di dalam mobil tersebut. Bahkan satu anaknya, yaitu Dira yang masih berusia 5 tahun tewas terpanggang karena tak bisa terselamatkan.
Peristiwa memilukan itu terjadi sekitar pukul 12.00 Wita kemarin, atau beberapa saat menjelang umat muslim akan menjalankan salat Jumat. Mobil angkot Jalur F (jurusan Tarakan Kota-Juata Korpri) dengan Nopol KT 1024 FC tersebut, terbakar habis ketika keluarga itu hendak pulang ke rumahnya di Jl Mangkudulis RT 15 (Perum Pepabri), Kelurahan Kampung Satu/Skip, Kecamatan Tarakan Tengah.
Menurut Iwan, salah satu saksi mata yang ikut mencoba memadamkan api, korban yang meninggal dunia adalah anak dari sopir angkot. 
"Kami datang api sudah membesar. Di dalam mobil itu ada 4 orang. Tiga berhasil selamat, termasuk  ada anak kecil yang kami lihat dilempar keluar sama ibunya," ungkap Iwan yang dijumpai di lokasi kejadian, kemarin. 
"Kami juga lihat perempuan gemuk, mungkin ibunya keluar lalu lari menjauh sambil mengendong anaknya," sambungnya. 
Tidak jauh dari mobil yang terbakar, lanjut Iwan tiba-tiba pengemudinya berteriak anaknya masih ada di dalam mobil. 
"Kami pun berusaha pecahkan kaca belakang. Tapi tetap tak bisa diselamatkan. Malah api terus membesar," kata Iwan, warga perumnas yang tak jauh dari lokasi kejadian.
Api terus membesar, namun mobil pemadam belum tiba di lokasi kejadian. Tak banyak yang bisa diperbuat warga sekitar untuk menyelamatkan bocah yang tahun ini masuk sekolah Taman Kanak-Kanak (TK) itu. Dua mobil pemadam kebakaran tiba dilokasi berselang beberapa menit kemudian. Akibat kejadian itu membuat poros Jl Mulawarman menjadi macet karena banyaknya warga. 
Api akhirnya berhasil dipadamkan. Namun nasib tragis menimpa Dira, anak kedua korban. Bocah itu tewas terpanggang di dalam mobil.
Dira ditemukan dalam kondisi yang mengenaskan. Tubuhnya sudah tak berbentuk. Yang terlihat hanya  tulang-tulang yang tersisa dan kelihatan secara jelas. Mayat Dira langsung dievakuasi ke rumah sakit. Begitu pula para korban yang mengalami luka-luka. 
Dari pantuan wartawan saat berada di rumah sakit, korban Syamsuddin, Fitria dan Cinta mengalami luka bakar. Samsuddin mengalami luka bakar ringan di tangan kiri dan pergelangan tangan kanan. Cinta mengalami luka bakar di dua tangan dan kaki, serta wajah. Luka bakar cukup parah dialami Fitriyah, seluruh tubuh hingga ke wajah, tangan dan kaki terkelupas. 
Menurut penuturan Iyan, keponakan Syamsuddin, siang itu korban bersama keluarganya baru saja pulang dari rumah orang tuanya di Jl Hasanuddin (depan hotel Surya Golden). 
Sekitar pukul 12.00 Wita mereka pamit untuk pulang. Dalam mobil terdapat tabung gas ukuran 14 kg yang baru dibeli Syamsuddin. "Saya pas mau pergi salat Jumat. Saya lihat mobil paman terbakar. Saya pun kembali ke rumah untuk memberitahu nenek," ucap Iyan kepada wartawan. 
Iyan mengaku tidak ada firasat apa-apa sebelum kejadian tersebut dan sempat bertemu dengan pamannya sekitar pukul 11.30 wita. "Paman (Syamsuddin) sudah lama jadi sopir. Sejak saat masih bujangan," bebernya. 
Anak sulung korban, Saharuddin Jo yang berusia 9 tahun tak henti-hentinya menitikkan air mata dan berkeinginan untuk melihat sang adik (Dira). "Aku mau lihat adikku," cetusnya. Saharuddin pun diberitahu ayahnya, mengenai kejadian tersebut. "Kebakaran itu bermula dari tabung gas yang bocor," tutur Saharuddin polos, menirukan perkataan ayahnya yang sudah siuman. 
Saharuddin menceritakan saat itu ayah, ibu dan kedua adiknya pergi ke rumah nenek. Dari hasil kronologis yang dihimpun media ini menyebutkan keluarga tersebut berangkat dari kediaman yang berada di Jl Mangkudulis RT 15, Kelurahan Kampung Satu/Skip, Kecamatan Tarakan Tengah, untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari seperti gula dan bahan lainnya. Lantas saat berada di toko di Simpang Empat, korban membeli tabung gas ukuran 14 kg dan diletakkan di tengah kursi penumpang. 
Lalu menuju ke rumah keluarga yang berada di Jl Hasanuddin RT 18, Kelurahan Karang Anyar Pantai. Nah, sepulang dari rumah keluarga itulah tiba-tiba angkot yang dikendarai terbakar. Bahkan, sebelum kejadian anak korban (Dira) menolak untuk pulang dengan alasan panas. "Anaknya yang meninggal itu sebenarnya tidak mau pulang karena panas," ungkap salah satu tetangga korban. 
Secara terpisah, Kapolres Tarakan AKBP Desman Sujaya Tarigan melalui Pjs Kasubbag Humas Polres Tarakan Ipda Sumarna mengatakan, dugaan sementara api bersumber dari tabung gas yang berada di dalam mobil tersebut. "Untuk sementara dugaan kuat api bersumber dari tabung gas yang bocor disimpan di atas  mesin sehingga menimbulkan api," kata Sumarna singkat. (*/rik/ipk/kpnn/upi)


Sumber Kutipan : Sapos.Co.Id -Sabtu, 14 Juli 2012










BERBAGI INFO :


BLOG PAGUNTAKA CITY IN MEDIA
Bagaimana pendapat anda tentang manfaat BLOG PAGUNTAKA CITY IN MEDIA, Silahkan klik dibawah ini :







Senin, 11 Juni 2012

TIANG TELEPON DAN BEKAS BANGUNAN MASJID ROBOH





Angin Kencang Landa Tarakan

#Tarakan - Kepanikan sempat melanda sebagian warga Tarakan akibat terpaan angin kencang yang datang tiba-tiba petang kemarin (10/6) sekitar pukul 18.30 Wita. Mendung hitam bergerak menutupi langit Tarakan disusul hujan deras.
Akibat diterpa angin kencang, tiang penyangga kabel telepon di Mamburungan sempat roboh. “Setelah tidak terjadi lagi angin rebut, warga kemudian beramai-ramai mendirikan tiang tersebut dan mengikatnya dengan tali agar tidak roboh lagi,” kata Firdaus, warga RT 9 Kelurahan Mamburungan.
Camat Tarakan Timur, Hanip Matiksan membenarkan kejadian tersebut. “Iya, ada satu tiang roboh di Mamburungan,” kata Hanip dihubungi melalui telepon selulernya.
Atas kejadian ini, dia mengimbau PT Telkom mengecek kembali keberadaan tiang penyangga kabel telepon agar kejadian tersebut tidak terulang. “Memang tidak ada korban dengan robohnya tiang telepon di Mamburungan, karena tidak jatuh ataupun menimpa warga. Tetapi, kami tentu berharap agar kejadian ini tidak terulang,” harap mantan Lurah Lingkas Ujung itu.
Tak hanya itu, warga RT12 Kelurahan Pantai Amal juga sempat terkejutdengan roboh sebuah bangunan eks masjid berukuran 8 meter x 12 meter.
“Masjid ini memang sejak 2 bulan lalu, pihak Lurah dan warga setempat sudah sepakat tidak menggunakan masjid tersebut. Sebab masjid tersebut sudah rapuh dan berdinding kayu lapuk,” kata Lurah Pantai Amal, Elyanto SE, kepada Radar Tarakan.
Robohnya bangunan yang diperkirakan berumur 15 tahun itu terjadi sekitar pukul 19.15 Wita atau sebelum salat Isya. Tak ada korban jiwa, baik luka-luka maupun meninggal dalam peristiwa ini.
“Hal itu sudah kami antisipasi jauh hari sebelumnya, sehingga pas robohnya terkena angin kencang pada pukul 19.15 Wita, sebelum salat Isya, hal itu tidak menimbulkan duka yang mendalam,” kata Elyanto lagi.
Akibat cuaca buruk, aliran listrik pun sempat padam di beberapa wilayah di Tarakan. Terpisah, Prakirawan cuaca BMKG Tarakan Tyas Tri Pujiastuti menyampaikan, angin kencang yang melanda Tarakan petang kemarin (10/6) masih tergolong fenomena biasa atau normal. Tyas menyampaikan kencangnya angin yang bertiup diakibatkan oleh banyaknya awal rendah yang berkumpul dan menutupi pergerakan angin sehingga angin bertiup lebih kencang “Ibaratnya, angin tertekan oleh awal rendah yang bergumpal sehingga tekanannya bertambah,” jelas Tyas.
Tyas menyampaikan, kecepatan angin petang kemarin rata-rata  berada pada titik 17 knot dengan kecepatan maksimal 22 knot. “Sebelumnya pernah malah kecepatan angin sampai 30 knot,” kata Tyas lagi.(*/mad/pul)


Sumber Info : Radartarakan.co.id - Senin, 11 Juni 2012






BERBAGI INFO :


BLOG PAGUNTAKA CITY IN MEDIA
Bagaimana pendapat anda tentang manfaat BLOG PAGUNTAKA CITY IN MEDIA, Silahkan klik dibawah ini :







Rabu, 11 April 2012

GEMPA SUSULAN MASIH BESAR



Selang sekitar satu jam pascagempa berkekuatan 8,5 SR, muncul gempa susulan yang skalanya kekuatannya masih cukup besar, yakni 6,5 SR.

Informasi dari Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) menyebutkan, gempa susulan ini terjadi pukul  16:28:02 WIB, Lokasi 1.21 LU-91.72 BT, 510 KM barat daya Kabupaten Simeuleu, NAD. 

"Kedalaman 42 KM, tidak berpotensi tsunami," begitu Kepala Pusat Data Informasi Badan Nasional Penanggulanan Bencana  (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, Rabu (11/4), yang menyampaikan informasi kepada wartawan. (sam/jpnn)


Sumber Info (Kecuali Gambar) : Jpnn.comRabu, 11 April 2012





BERBAGI INFO :


BLOG PAGUNTAKA CITY IN MEDIA
Bagaimana pendapat anda tentang manfaat BLOG PAGUNTAKA CITY IN MEDIA, Silahkan klik dibawah ini :







GEMPA GUNCANG ACEH, WARGA PADANG BERHAMBURAN




Warga Kota Padang, Sumatera Barat, berhamburan ke luar rumah dan gedung perkantoran. Mereka dikejutkan oleh guncangan gempa yang dirasakan dengan getaran cukup lama. Gempa terjadi pada Rabu sekitar pukul 15.41 WIB. Warga terlihat panik dan berhamburan menyelamatkan diri. Arus lalu litas terlihat padat di kawasan jalan Kampung Nias, Padang.
Gempa berkekuatan 8.9 SR melanda Kabupaten Simeulue, Nangroe Aceh Darusalam, pada pukul 15:38:29 WIB dengan kedalaman 10 Km. Menyusul gempa tersebut, peringatan dini tsunami sempat dikeluarkan untuk wilayah Bengkulu, Lampung, NAD, Sumbar, dan Sumut. Namun, BMKG kemudian meralat bahwa gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

Lokasi pusat gempa, menurut data BMKG, tercatat di 2.31LU dan 92.67 BT. Kedalaman gempa sekitar 10 kilometer. Lokasinya di perairan pesesir barat Aceh.


Sumber Info (Kecuali Gambar) : Republika.co.id - Rabu, 11 April 2012





BERBAGI INFO :


BLOG PAGUNTAKA CITY IN MEDIA
Bagaimana pendapat anda tentang manfaat BLOG PAGUNTAKA CITY IN MEDIA, Silahkan klik dibawah ini :







Selasa, 27 Maret 2012

SATU RUMAH DI MAMBURUNGAN TERBAKAR


#Tarakan - 


Senin (26/3) kemarin, 1 unit rumah di jalan lapangan Karungan, Kelurahan Mamburungan Timur Kecamatan Tarakan Timur Tarakan, terbakar. Rumah milik Daluma (30) terbakar habis, untungnya tak korban jiwa dalam peristiwa ini. “Kemungkinannya akibat korsleting listrik (arus pendek). Yang jelas kita masih menyelidiki kebakaran ini,” kata Kapolres Tarakan AKBP Desman S Tarigan melalui Kapolsek Tarakan Timur AKP Sumarji.  

Akibat kebakaran yang menghabiskan satu rumah kayu tersebut, kerugian ditaksir kurang lebih Rp 150 juta.

Sementara itu, pemilik rumah Daluma (30) tidak dapat memberikan komentar karena berada di tambak, sedangkan Haria (21), sang istri juga tidak dapat dikonfirmasi karena masih dalam kondisi trauma. Sedangkan Rukiyah (35) saudara Haria menyebutkan, api mucul dari kamar ke-4. “Saat itu saya sedang berada di bawah rumah mengajak anak saya main-main, namun terlihat dari kamar ke-4 ada api muncul, entah karena apa, saya panggil warga tapi api makin besar,” katanya sedih. (*/mad)


Sumber Info : Radartarakan.co.id - Selasa, 27 Maret 2012




BERBAGI INFO :


BLOG PAGUNTAKA CITY IN MEDIA
Bagaimana pendapat anda tentang manfaat BLOG PAGUNTAKA CITY IN MEDIA, Silahkan klik dibawah ini :







Senin, 05 Maret 2012

PEMBENTUKAN BASARDA DIKAJI KEMBALI




#Tarakan - 


Wacana Pemkot Tarakan untuk menambah organisasi baru yang khusus menangani masalah bencana di Tarakan dikata-kan Wakil Ketua DPRD Tarakan Yusuf Ramlan masih perlu dikaji ulang. Organisasi penanganan masalah bencana ini rencananya akan dinamai Badan Search and Rescue Daerah (Basarda) oleh Pemkot Tarakan, diakui Yusuf untuk ijin perinsip pendiriannya sudah berada di DPRD Tarakan.

“Sebenarnya untuk pengkajian ijin prinsipnya ini, kami pun masih butuh kejelasan Pemkot Tarakan tentang urgensitas adanya Basarda, ”ung-kapnya. Pasalnya, menurut Politisi Partai Patriot ini, permintaan izin prinsip ke dewan dianggap sebagai langkah dukun-gan diterbitkannya Peraturan Wali Kota terhadap penambahan struktur organisasi baru di Pemkot Tarakan. 
“Sedangkan sudah dipastikan dari perwali berimplikasi terhadap per-sonel, keuangan daerah dan seba-gainya. Permohonan izin prinsip pemerintah soal dukungan untuk perwali tentang pembentukan Basarda baru akan diputuskan dalam gabungan komisi belum lama ini, kita minta komitmen dan penjelasan detail tentang langkah perwali,”bebernya.
Menurut aturan yang berlaku, diterangkan Yusuf untuk perubahan struktur organisasi pemerintahan daerah perlu diatur lewat Peraturan Daerah (Perda) terlebih dahulu. Sedangkan perwali sebagai turunannya.  “Kendalanya, dalam PP No.41/2007 tentang perangkat orga-nisasi daerah sebagai payung hukum perda, saat ini kan masih dalam tahap revisi. Sementara sebagian anggota dewan mengatakan, pem-bentu-kannya secara formal bisa ditunda hingga keluar revisi PP No. 41/2007 sembari kita susun dan proses pembentukan perda-nya,”jelas Yusuf
Yusuf juga mengatakan, sebenar-nya sambil mempersiapkan terben-tuknya Basarda, fungsi yang ada di Basarda akan tetap dilaksa-nakan oleh perangkat yang ada di Pemerintahan terlebih dahulu. 
“Seperti melalui Kesbang-polinmas, Satpol PP termasuk di ekstra pemerintahan. Sedangkan pembentukan struktur baru secara formal menunggu adanya payung hukum perda,”kata Yusuf lagi.
Di Tarakan sendiri, diterangkan Yusuf memang ada Basarnas. Namun, diakuinya Basarnas hanya instansi yang bersifat vertical.
“Memang sebaiknya dilakukan koordinasi dulu dari TNI-Polri, PMI juga di pemerintahan yang memiliki badan SAR untuk diberdayakan diawal. Fungsi SAR-nya pemerintah dijalankan dulu untuk menjalankan fungsi yang nantinya ada di Basarda,” jelasnya. Namun, dilain sisi Yusuf Ramlan akui pembentukan Basarda cukup penting. Ia merasa ada bebe-rapa jangkauan Basarnas cukup te-rbatas untuk berkoordinasi langsung dengan aparat pemerintahan. 
“Apalagi ada beberapa peristiwa yang terjadi kurang mendapat penanganan yang cukup, baik antisipasi maupun penanggulangan bencana. Dan kejadian itu tidak hanya bencana alam, bencana sosial juga termasuk didalam-nya,”ungkapnya.
Yusuf menegaskan, setelah rapat gabungan komisi soal ijin prinsip yang dilakukan beberapa waktu lalu, keputusan DPRD Tarakan dikatakan Yusuf masih akan menunggu penjelasan dari Pemerintah sebelum menuju ke pembahasan lainnya untuk menyetujui ijin prinsipnya hingga diterbitkannya Perwali.  (saf)


Sumber Info (Kecuali Gambar) : KORANKALTIM.CO.ID - SENIN, 05 MARET 2012





BERBAGI INFO :


BLOG PAGUNTAKA CITY IN MEDIA
Bagaimana pendapat anda tentang manfaat BLOG PAGUNTAKA CITY IN MEDIA, Silahkan klik dibawah ini :







VIDEO SUATU HARI DI KOTA TARAKAN

VIDEO SUATU HARI DI KOTA TARAKAN
LIHAT VIDEONYA, SILAHKAN KLIK GAMBAR DIATAS