TERBARU.......

Jumat, 24 Mei 2013

8.851 Siswa Tidak Lulus




UN SMA Sederajat, Jabar Tak Lulus Hanya 1 Orang



Hari ini pengumuman ujian nasional (UN) SMA sederajat 2013 diumumkan kepada siswa. Rekapitulasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) ada 2.678.575 siswa dinyatakan lulus ujian. Sedangkan 8.851 siswa lainnya divonis gagal atau tidak lulus. Di tingkat provinsi, Bali paling moncer.



Pada UN SMA sederajat periode 2013, Provinsi Bali menggila dengan menempatkan lima pelajarnya di ranking 12 pelajar terbaik. Mereka adalah Ni Kadek Vani Apriyanti dari SMAN 4 Denpasar di posisi pertama dengan rerata nilai ujian nasional murni 9,87. Kemudian ada Made Hyang Wikananda di urutan 4 (SMAN 4 Denpasar/9,76), Luh Putu Lindayani di urutan 5 (SMAN 4 Denpasar/9,76), Putu Siska Apriliyani di urutan 8 (SMAN 4 Denpasar/9,75), dan Putu Indri Widiani di posisi 12 (SMAN 4 Denpasar/9,73).

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) M Nuh mengatakan, secara nasional persentase kelulusan ujian nasional menurun 0,02 persen dibandingkan tahun lalu. Pihak Kemendikbud masih menganalisis kenapa tingkat kelulusan tahun ini menurun dibandingkan dengan tahun lalu, meskipun hanya 0,02 persen. Dugaan sementara, penurunan ini dampak dari komposisi butir soal kategori sukar dari 10 persen menjadi 20 persen saat ini di setiap mata pelajaran yang diujikan.

Selain tingkat persentase kelulusan ujian nasional yang turun, Nuh juga mengatakan bahwa nilai rata-rata ujian nasional murni untuk SMA dan MA tahun ini turun dibandingkan tahun lalu. Kemendikbud mencatat jika tahun ini nilai rata-rata ujian nasional murni adalah 6,35 sedangkan tahun lalu 7,57 (turun 1,22). Menteri asal Surabaya itu mengatakan jika tahun depan Kemendikbud akan tetap mengevaluasi ujian nasional. Ada dua skenario yang mereka siapkan. Yakni menaikkan passing grade atau nilai ambang batas kelulusan dan menaikkan persentase butir soal kategori sukar.

Meskipun belum ada kepastian, namun tanda-tadanya passing grade ujian nasional tahun depan tetap sama. “Passing grade 5,5 seperti yang sekarang ini lazim dipakai dimanapun. Nilai itu sama dengan C,” jelas Nuh. Nah ketika passing grade tadi tidak diubah, Kemendikbud berpotensi besar memperbanyak jumlah soal kategori sukar.

Nuh juga memaparkan jomplangnya nilai rata-rata ujian nasional murni dengan nilai sekolah. Gejala ini menunjukkan jika mayoritas sekolah masih royal memberikan nilai kepada siswanya. Rerata nilai ujian nasional murni yang didapat siswa secara nasional adalah 6,35. Dengan nilai terendah 0,33 dan tertinggi 9,87. Sedangkan rerata nilai sekolah adalah 8,40. Dengan nilai terendah 4,00 dan tertinggi 9,99.

“Data ini menarik,” papar Nuh. Menurut versi Kemendikbud, hasil ujian nasional bisa membuat penilaian akhir siswa lebih objektif dibanding hanya bersumber dari nilai sekolah saja. Dengan kondisi ini, Nuh masih terlihat yakin tahun depan tetap ada ujian nasional lagi. “Jika PP 32/2013 (tentang Standar Nasional Pendidikan, red) tetap seperti sekarang, ujian nasional tahun depan ya tetap ada,” tegasnya.

Terakhir Nuh merinci tingkat kelulusan siswa di setiap provinsi. Tahun lalu provinsi dengan tingkat kelulusan terendah adalah Nusa Tenggara Timur (NTT). Tetapi tahun ini Provinsi Nangroe Aceh Darussalam (NAD) menjadi paling buncit untuk urusan persentase kelulusan siswa. Di Provinsi NAD ada 1.754 siswa (3,11 persen) yang tidak lulus ujian nasional.

Tingkat kelulusan terbaik direbut Provinsi Jawa Barat, dari 208.060 siswa peserta ujian nasional hanya ada satu orang (0,00.. persen) yang tidak lulus. Posisi selanjutnya adalah Provinsi Jawa Timur, dari 220.642 peserta ujian ada 56 siswa tidak lulus ujian (0,03 persen). “Di 33 provinsi pergeseran persentase yang tidak lulus wajar. Tidak ada yang melonjak atau menurun secara signifikan,” ujar Nuh. Dengan kondisi itu, Nuh yakin jika kisruh ujian nasional SMA pertengahan April lalu tidak berpengaruh terhadap hasil ujian. Terutama di 11 provinsi yang ujian nasionalnya diundur beberapa hari karena keterlambatan pencetakan naskah ujian.

Kepada siswa yang dinyatakan lulus, Nuh berpesan supaya tidak meluapkan rasa syukur secara belebihan. “Bahkan yang cenderung mubazir atau bahkan mencelakaan diri,” ujarnya. Untuk urusan corat-coret baju, Nuh menganjurkan lebih baik seragam yang layak pakai disumbangkan ke siswa tidak mampu. Lalu untuk kebiasaan konvoi, siswa harus hati-hati di jalan raya.

Ketua KPAI Pusat Badriyah Fayumi Lc.MA menuturkan bahwa hasil UN selayaknya disikapi biasa-biasa saja. Menurutnya, hasil UN bukan merupakan vonis untuk para siswa. Tidak lulus bukan berarti masa depan akan hancur atau suram. “Hanya saja UN itu penentu jadi seolah-olah segalanya,” tegas Badriyah di kantor KPAI kemarin (23/5).  Padahal, lanjutnya, keberhasilan anak sebagai manusia pembuktiannya masih panjang bukan tergantung dengan hasil UN. Dan, apa yang terjadi disekolah bukan merupakan tolok ukur keberhasilan anak sebagai manusia di kemudian hari. Bahkan dalam penelitian, pencapaian akademik hanya berpengaruh 30 persen dalam keberhasilan manusia. “Sisanya itu adalah kecerdasan emosional,” ungkapnya.

Dia menilai, jika seorang anak memiliki kecerdasan intelektual yang luar biasa namun tidak disertai kecerdasan emosional maka akan terjadi kegagalan. “Sangat pintar namun pemarah, atau tidak dapat bergaul dengan orang lain. Itu justru masalah,” ujarnya saat ditanya pentingnya kecerdasan emosional anak.  Badriyah juga mengemukakan bahwa UN hanya mengukur kecerdasan intelektual, tidak lebih. Dan hasilnya pun diragukan karena banyak kecurangan dalam proses pelaksanaannya. Sehingga perlu dilakukan peringatan kepada anak-anak bahwa mereka memiliki banyak kecerdasan lainnya.

Sejak awal KPAI memang kurang setuju terhadap pelaksanaan UN yang sekarang. KPAI merasa UN tidak adil. Sebab, tiga hari waktu UN dirasa kurang baik untuk mengukur kemampuan dalam proses belajar bertahun-tahun.



DI TARAKAN SABTU

Sementara di Tarakan, pengumuman hasil Ujian Nasional (UN) jenjang SMA akan diumumkan pada Sabtu (25/5) besok. Perihal ini diutarakan langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Tarakan, Tajuddin Tuwo.  “Nanti hari Sabtu kita umumkan serentak, karena besok (Hari ini, red.) ada rapat sekolah dulu. Kemungkinan nantinya pengmumannya kita lakukan melalui media,” singkatnya.

Sementara di Kabupaten Tana Tidung (KTT) kelulusan dilaksanakan hari ini. “Ya besok (hari ini, Red), pukul 10.00 Wita kelulusan pengumuman UN SMA,” ujar Kepala Bidang Pendidikan Menengah pada Dinas Pendidikan Tana Tidung, Syahrin. Kepastian informasi ini, diungkapkan Syahrin, setelah Dinas Pendidikan se Kaltim maupun yang mewakili melakukan rapat terkait kelulusan ini pukul 13.00 Wita, kemarin (24/5), di Samarinda.

Adapun teknisnya, setiap sekolah mengirimkan surat kepada semua orangtua siswa untuk menghadiri penyerahan hasil ujian anak mereka di sekolah. Hal ini, dikatakan Syahrin, guna menghindari acara konvoi maupun aksi coret-coret baju seragam mereka. “Kami imbau kepada mereka yang lulus, agar tak meluapkan kegembiraan kelulusan dengan konvoi kendaraan maupun aksi coret-coret baju. Maknai dengan kegiatan positif,” imbuh Syahrin.

Guna diketahui, total peserta UN tahun ini berjumlah 187 siswa yang berasal dari 3 SMA di se Tana Tidung dengan rincian, SMA I Kecamatan Sesayap sebanyak 108 siswa, SMA I Tana Lia sebanyak 37 siswa, dan 42 siswa berasal dari SMA I Sesayap Hilir. (wan/mia/jpnn/yan/*/asm/iza)


Sumber Info : Radartarakan.co.id - Jumat, 24 Mei 2013




BERBAGI INFO :


BLOG PAGUNTAKA CITY IN MEDIA
Bagaimana pendapat anda tentang manfaat BLOG PAGUNTAKA CITY IN MEDIA, Silahkan klik dibawah ini :







Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Tentang artikel diatas silahkan komentar anda yang bersifat positif dan membangun demi KOTA TARAKAN TERCINTA

SEKARANG KOMENTAR ANDA KAMI TUNGGU :

VIDEO SUATU HARI DI KOTA TARAKAN

VIDEO SUATU HARI DI KOTA TARAKAN
LIHAT VIDEONYA, SILAHKAN KLIK GAMBAR DIATAS