TERBARU.......

Sabtu, 12 Maret 2011

HABIS PULANG MENGAJI, BOCAH 3 TAHUN DICABULI



Mansyur, warga Kelurahan Karang Anyar, Tarakan dilaporkan ke Polres Tarakan karena diduga melakukan pencabulan terhadap seorang bocah berusia 3 sebut saja Bunga, Sabtu (12/3/2011) sekitar pukul 15.00 Wita. Aksi bejat tersebut dilakukan di WC Masjid Darul Akbar, Kelurahan Karang Anyar.

Peristiwa itu terungkap, setelah Bunga yang habis pulang mengaji dari Masjid Darul Akbar memberitahukan kepada orangtuanya, kalau dirinya baru saja dipeluk dan dicium pelaku. Mendengar pengakuan anaknya, orangtua Bunga kaget dan tidak menerima perlakuan pelaku terhadap anaknya, dan  langsung melaporkan peristiwa ke Polres Tarakan.

Pelaku yang berusia 25 tahun ini mengaku, saat melihat Bunga yang hendak mengaji di masjid  tiba-tiba timbul niatnya untuk memeluk dan mencium. Guna melampiaskan hasratnya, ia pun memangil Bunga agar masuk ke WC bersamanya dengan iming-imingi uang Rp 2.000.

Setelah dipeluk dan dicium serta sempat membuka celana Bunga, pelaku  langsung memberikan uang Rp 2.000. Bahkan pelaku kembali lagi ke masjid untuk menunaikan shalat Ashar. Usai menunaikan shalat pelaku langsung ditangkap.

Kapolres Tarakan, AKBP  Dharu Siswanto yang didampingi Kasat Resktrim AKP Imam Muhadi mengungkapkan, pelaku dapat dikenakan UU No. 23 Tahun 202 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun dan minimal 3 tahun.


SUMBER INFO (kecuali gambar) :
Tribun Kaltim - Sabtu, 12 Maret 2011

BERBAGI INFO :

JANGAN LUPA !!!! SISIPKAN KOMENTAR ANDA TENTANG ARTIKEL INFO DIATAS,
TERIMA KASIH.

PAGUNTAKA CITY IN MEDIA HADIR DENGAN BENTUK "MOBILE VERSION"

Sahabat pencinta Kota Tarakan, 

Khusus bagi anda yang sering melakukan browsing menggunakan Handphone dan tak ingin ketinggalan informasi tentang perkembangan Kota Tarakan, kini BLOG PAGUNTAKA CITY IN MEDIA (BLOG PAGUNTAKA CITY IN MEDIA : BLOG YANG MENGHIMPUN INFORMASI SEPUTAR PERKEMBANGAN KOTA TARAKAN DARI BERBAGAI MEDIA) hadir dalam versi mobile dan untuk mempermudah mengaksesnya anda tinggal mengungjungi alamat http://paguntakacity.blogspot.com/?m=1 atau mengklik tautan di bawah ini :


SELAMAT MENCOBA................................................

By ADMIN

BERBAGI INFO :

JANGAN LUPA !!!! SISIPKAN KOMENTAR ANDA TENTANG ARTIKEL INFO DIATAS,
TERIMA KASIH.

Jumat, 11 Maret 2011

KESADARAN MASYARAKAT TARAKAN BAYAR PAJAK TINGGI



Kesadaran masyarakat membayar pajak di Tarakan dan Nunukan ternyata cukup tinggi. Ini dibuktikan dengan target pendapatan pajak yang telah ditentukan Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Tarakan terpenuhi.

Tahun 2010 KPP Pratama yang membawahi dua daerah, Tarakan dan Nunukan manargetkan pendapatan pajak Rp 621 miliar dan telah terpenuhi. KPP Pratama menargetkan tahun 2011 pendapatan pajak Rp 755 miliar.

"Kami targetkan pajak Rp 755 miliar tahun ini, karena kami yakin masyarakat Tarakan dan Nunukan semakin hari semakin meningkat dalam membayar pajak. Buktinya saja tahun 2010 pendapatan pajak yang kita targetkan dapat terpenuhi," ucap Kepala KPP Pratama Tarakan Lidia Kuntjahjaningtyas, Jumat (11/3/2011) di KPP Pratama Tarakan.


SUMBER INFO (kecuali gambar ilustrasi) :
Tribun Kaltim - Jumat, 11 Maret 2011

BERBAGI INFO :

JANGAN LUPA !!!! SISIPKAN KOMENTAR ANDA TENTANG ARTIKEL INFO DIATAS,
TERIMA KASIH.

KEPALA BANDARA SIAP LADENI TUNTUTAN WARGA



Terkait Persoalan Lahan Bandara
Permasalahan sengketa lahan Bandara Juwata Tarakan sepertinya bakal berbuntut panjang. Pasalnya setelah warga sebagai penggugat melalui penasehat hukumnya Rabshody Roestam membawa kasus ini ke PN Tarakan dan siap memperjuangkan hingga ke Mahkamah Agung, Kepala Bandara Juwata Tarakan Husni Djau mengaku siap meladeni warga bersama gugatannya di PN Tarakan.
“Saya sendiri yang akan datang ke PN untuk menghadiri sidang perdatanya Rabu (16/03) pekan depan. Padahal saya ada acara di Bali tapi akan saya batalkan, karena kalau masalah ini tidak diselesaikan di pengadilan saya pikir tidak akan ada titik temunya antara warga dan Bandara,” ujarnya
Untuk penasehat hukum Bandara, Husni juga mengaku Bandara dan Dirjen Perhubungan Udara sudah mempersiapkan pengacara khusus dari Jakarta. “Jadi selain pengacara negara yaitu Kejaksaan, Dirjen sudah mempersiapkan pengacara dari Jakarta karena saya juga sudah mengirimkan kronologis kepemilikan Bandara ini. Tetapi di sidang perdana nanti sementara baru saya dan Kejaksaan yang akan hadir,” imbuhnya
Husni menerangkan, bukti kepemilikan Bandara atas lahan yang disengketakan dan diatasnya sudah dibangun gedung administrasi Bandara sudah sesuai dengan  Surat Keputusan (SK) dari Gubernur Kaltim dan Bupati Bulungan, karena Tarakan dulu merupakan wilayah Kabupaten Bulungan.
“Tanah Bandara ini sebenarnya sejak tempat pencucian mobil hingga Sekolah STM dan mencapai ke arah laut. Tetapi yang sudah memiliki sertifikat tanah baru 139 Hektare dan belum tersertifikat 100 Hektare lebih. Itu karena kami (Bandara.red) memiliki keterbatasan dana. Tetapi dengan SK dari Gubernur Kaltim dan Bupati Bulungan sudah merupakan alat bukti kepemilikan kami,” jelas Husni
Selain memiliki SK dari Gubernur Kaltim dan Bupati Bulungan, Husni juga mengaku keseluruhan lahan yang dimiliki Bandara juga sudah mendapatkan pengukuran dari BPN.
Penyelesaian di pengadilan ini, diterangkan Husni  memang merupakan jalan terbaik, pasalnya sudah sekian tahun antara warga dan Bandara mengklaim memiliki surat kepemilikan.
“Yang jelas, kami sudah memiliki semacam rekomendasi dari Pemerintah Kota untuk kita selesaikan kasus ini ke pengadilan,” ujarnya.
Menanggapi pernyataan warga mengenai pernyataan warga bahwa Direktorat Jendral Perhubungan Udara di Jakarta sudah mengganti rugi lahan warga melalui Pemkot Tarakan denga nilai ganti rugi keseluruhan kurang lebih Rp 9 Miliar pada 2007 lalu, dan ternyata dana tersebut tidak terealisasikan semestinya,  Husni mengaku Bandara maupun Direktorat Perhubungan tidak pernah mengganti rugi lahan.
“Kalau ada yang bicara seperti itu silakan datang saja ke kantor dan akan kita tanyakan dari mana info tersebut. Tidak ada Bandara mengganti rugi lahan Bandara sendiri. Itu kan lucu. Yang ada hanya berupa ganti tanam tumbuh saja, tetapi itu adalah urusan Pemkot Tarakan, bukan Bandara. Nanti kita akan diusut,” tegasnya. (saf)

SUMBER INFO (kecuali gambar) :
KORANKALTIM.CO.ID - JUM'AT, 11 MARET 2011

BERBAGI INFO :

JANGAN LUPA !!!! SISIPKAN KOMENTAR ANDA TENTANG ARTIKEL INFO DIATAS,
TERIMA KASIH.

GARUDA INDONESIA AKAN MASUK DI TARAKAN




Kabar gembira bagi pengguna jasa penerbangan Bandar Juwata Tarakan. Dalam waktu dekat, pesawat Garuda  Indonesia akan masuk Tarakan. Demikian diungkapkan Wakil Walikota Tarakan, Suhardjo Trianto, Jumat (11/3/2011). Menurutnya, Kamis (10/3) kemarin, perwakilan manajemen Garuda Indonesia, termasuk satu pilot bersama Kepala Bandara Juwata Tarakan Husni Djau melakukan negoisasi terkait rencana Garuda Indonesia masuk Kota Tarakan.

"Rencana Garuda Indonesia masuk Tarakan. Tentunya sangat kami dukung keberadaannya. Apalagi mengingat pertumbuhan perekonomian Kota Tarakan dan sekitarnya saat ini sangat baik," ujarnya.

Mengenai rute pesawat Garuda Indonesia yang akan masuk Tarakan, Suhardjo belum mengetahui pasti. Hal itu tergantung dari manajemen Garuda. "Saya tidak tahu rutenya, biarlah Garuda yang menentukan. Namun yang pasti dalam waktu dekat ini pesawat Garuda akan masuk Tarakan," katanya. 


SUMBER INFO :
Tribun Kaltim - Jumat, 11 Maret 2011

BERBAGI INFO :

JANGAN LUPA !!!! SISIPKAN KOMENTAR ANDA TENTANG ARTIKEL INFO DIATAS,
TERIMA KASIH.

POLISI AMANKAN DUA PUCUK SENPI RAKITAN



Polisi kemarin malam berhasil mengamankan dua pucuk senjata api (senpi) laras pendek dari SU yang mengaku merakit Senpi hanya untuk berjaga-jaga. Pria yang sehari-hari bekerja sebagai tukang cari besi bekas ini bahkan juga mengaku membuat bagian-bagian dari dua pucuk senjata api dengan menggunakan tangannya sendiri.
Kapolres Tarakan AKBP Dharu Siswanto melalui Kasat Reskrim Imam Muhadi yang membenarkan kejadian ini mengatakan bahwa SU ditangkap saat sedang tidur di pinggir jalan, petugas yang melakukan patroli kemudian curiga dengan benda yang dijadikan bantal oleh SU tampak seperti sebuah gagang senjata.
“Kemudian petugas mendekati SU dan melakukan penggeledahan, kemudian didapati 2 pucuk senpi dalam keadaan belum terpasang dan masih berupa rakitan lengkap tinggal dipasang. Dari pengakuan SU ini senjata rakitan ini dibuatnya sendiri dengan cara menggergaji sendiri sambil mencari besi tua di jalan,” ujarnya
Keahlian membuat senpi, diakui SU didapatinya saat masih berada di lokasi konflik Papua. Jadi sambil mencari besi tua SU membawa gergaji dan lem besi yang digunakan untuk membuat senpi rakitan.
“Di tas yang kita amankan bahkan kita temukan gergaji kecil dan lem besi. SU ini memang sangat ahli membuat senpi. Tetapi SU juga mengaku baru membuat senpi ini kali ini dan belum pernah digunakan meskipun kita juga menemukan ada selongsong peluru di dalam tasnya,” jelas Imam lagi.
Besi yang digunakan untuk membuat senpi ini juga diterangkan Imam merupakan besi yang masih bagus dan belum menjadi besi tua. “Bahan Senpi ini didapatkan SU dari besi laras panjang bekas senjata angin untuk menembak burung,” imbuhnya
Saat dilakukan penggeledahan di rumah SU ini juga tidak ditemukan adanya senpi, tetapi dari tangan SU ini polisi mengamankan amunisi colt dan amunisi M 16 dan selongsong peluru bersama 2 senpi rakitannya ini untuk dijadikan barang bukti.
SU dikenakan Pasal 1 ayat 1 UU RI No.12 tahun 1951 Undang-Undang darurat dengan ancaman penjara maksimal 15 tahun penjara. “Apapun alasan SU ini tetap kita kenakan pasal di Undang-undang darurat karena tertangkap basah memiliki senjata di tengah masyarakat yang dicurigai akan bisa melukai orang lain. Jadi ancamannya lebih besar yaitu maksimal 15 tahun penjara,” pungkas Imam. (saf)

SUMBER INFO (kecuali gambar ilustrasi) :
KORANKALTIM.CO.ID - JUM'AT, 11 MARET 2011

BERBAGI INFO :

JANGAN LUPA !!!! SISIPKAN KOMENTAR ANDA TENTANG ARTIKEL INFO DIATAS,
TERIMA KASIH.

WARGA PANTAI AMAL AKAN DIEVAKUASI KE UNIVERSITAS BORNEO



Pemerintah Kota Tarakan melalui Camat  Tarakan Timur mengimbau kepada warga yang berada di pinggir Pantai Amal Lama dan Pantai Amal Baru untuk segera mencari tempat yang lebih tinggi guna mengantisipasi adanya bencana tsunami. 


Menurut Camat Tarakan Timur, Hanip ia sudah mengimbau kepada seluruh  Ketua RT di Pantai Amal Lama dan Baru agar dapat mengevakuasi warga ke Universitas Borneo yang tidak jauh dari Pantai Amal Lama dan Baru.

 
"Dari tadi sore sampai malam ini saya minta agar warga segera dievakuasi  ke Univesitas Borneo, karena tempatnya lebih tinggi. Tapi yah itu, saya sudah beritahu, tapi warga tanggapannya biasa- biasa saja. Padahal ini untuk antisipasi jangan sampai terlambat. Sebab kalau terlambat nanti pemerintah yang disalahkan," ujarnya, Jumat (11/3/2011) malam.


Hanip mengatakan, pihaknya akan melakukan evakuasi kepada warga. "Kalau warga yang tidak mau dievakuasi akan kami paksa. Sebab ini juga untuk kebaikan bersama, dan instruksi dari Kesbanglinmas," katanya.


Murni, salah satu warga Pantai Amal mengaku, telah diberitahu oleh Ketua RT untuk waspada adanya tsunami. "Pak RT sudah beritahu, kita harus waspada. Tapi saya pasrah saja kalau memang sudah ajal yah mau diapain," katanya.


Meskipun begitu, kata Murni, kalau memang harus dievakuasi ia bersama keluarganya akan mengikuti perintah pemerintah untuk evakuasi. "Tunggu instruksi evakuasi saja. Tapi sejauh ini belum ada instruksi evakuasi," ujarnya.


Hal senada juga diungkapkan, Nuriana, warga Pantai Amal Lama. Wanita beranak tiga ini mengatakan, telah mengumpulkan surat-surat penting apabila sewaktu-waktu dievakuasi. "Kami siap kok dievakuasi, dan ini juga saya nonton televisi terus. Apalagi di Tarakan tidak termasuk daerah yang kena tsunami," katanya.


Sementara sampai berita ini diturunkan, evakuasi ke Universitas Borneo belum dilakukan. Namun sejumlah aparat mulai dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), TNI AL, AD, AU, polisi, Basarnas, hingga PMI telah siaga, untuk evakuasi warga. Satpol PP telah menyiapkan dua truk dan satu mobil patroli untuk evakuasi warga.


SUMBER INFO (kecuali gambar ilustrasi) :
Tribun Kaltim - Jumat, 11 Maret 2011


BERBAGI INFO :

JANGAN LUPA !!!! SISIPKAN KOMENTAR ANDA TENTANG ARTIKEL INFO DIATAS,
TERIMA KASIH.

DUA TAHANAN NYABU DI LAPAS



Kisruh di lingkungan Departeman Hukum dan HAM soal keterlibatan oknum pejabat Lapas dalam kasus narkoba hingga perdagangan narkoba di dalam penjara ternyata tidak hanya terjadi di Lapas Narkotika Nusakambangan. Kasus serupa juga terjadi di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Tarakan. Hanya saja, peredaran ini tidak melibatkan oknum pejabat maupun pegawai lembaga, tetapi 2 orang tahanan lapas justru diduga kuat melakukan pesta sabu di dalam penjara. 

Kalapas Tarakan, Pria Pratama Bc IP SH, ketika dikonfirmasi membenarkan adanya tahanan yang diduga mengkonsumsi sabu di dalam sel. Tepatnya, kata kalapas di blok B sel besar kamar 6. Kedua tahanan tersebut adalah Budi Santoso yang masuk ke lapas pada 16 Desember 2010 dalam kasus sabu-sabu. Dan kini masih menyandang status tahanan pengadilan, karena sedang menjalani proses hukum di PN Tarakan. Sedangkan satunya lagi adalah, Amsur yang juga masih status tahanan PN Tarakan yang masuk ke lembaga pada 20 Januari 2011 dengan kasus sabu-sabu. 

Selain kedua tahanan ini yang kini dijadikan tersangka dalam kasus yang baru, ada sejumlah barang bukti yang disitas petugas lapas pada Selasa sore usai salat zuhur itu. Diantaranya, seperangkat alat isap atau bong yang didalamnya masih ada sisa sabu-sabu. Oleh keduanya kepada petugas lapas, dikatakan Pria, mereka mengakui jika mereka baru saja mengkonsumsi sabu. Selain itu, ada 2 unit handphone yang diduga kuat digunakan oleh Amsur untuk komunikasi. Termasuk untuk memesan sabu lewat seorang pembesuk yang mengunjunginya pada Selasa itu.

Terungkapnya kasus ini berawal adanya informasi yang diterima pihak KPLP bahwa diduga ada tahanan yang memiliki, menyimpan dan mengkonsumsi sabu. “Hanya saja informasi ini kami dapatkan pada saat orang mau salat dzuhur, sehingga tidak langsung melakukan penggeledahan blok yang dituju. Akan tetapi penggeledahan baru dilakukan usai salat dzuhur dan membuahkan hasil,” kata Pria.

Dari pengakuan Amsur jelas Kalapas, awalnya Budi menanyakan kepada dirinya apakah dia bisa pesan barang (maksudnya sabu-sabu) dari luar. Kemudian oleh Amsur  menyanggupi. Amsur pun memesan dari seseorang, 1 bungkus kecil sabu dengan harga Rp 200 ribu. “Nah uang untuk pembelian sabu itu sudah dibayar awal, sebelum sabu dibawa masuk ke dalam sel. Kemudian, Selasa ada seseorang yang datang membesuk Amsur dan menyerahkan sebungkus rokok, yang ternyata didalamnya ada sebungkus kecil sabu-sabu,” rinci Pria. 

Padahal rokok yang diberikan pembesuk tersebut sempat diperiksa oleh petugas KPLP sebelum dibawa masuk ke blok tahanan oleh Amsur. Namun toh lolos juga sabu itu ke terali besi. Ternyata setelah Amsur menerima rokok dari pembesuk, sebelum diperiksa oleh petugas, dia terlebih dahulu mengambil sabu yang dikemas dengan bungkusan plastik kecil untuk selanjutnya dimasukan ke dalam kantong celana. Sehingga pada saat rokoknya diperiksa oleh petugas KPLP, sabunya sudah tak ada.

Disinggung ada tidaknya keterlibatan oknum petugas Lapas, Pria menegaskan sejauh ini belum ada indikasi adanya keterlibatan petugas lapas. Akan tetapi keterlibatan para napi yang terlibat kasus narkoba bisa ya bisa juga tidak. Karena Lapas Tarakan hingga saat ini belum dilengkapi dengan fasilitas pendeteksi yang canggih untuk bisa melacak keluar masuknya barang dari luar ke dalam. 

Kendati demikian, razia rutin di lapas selama ini terus dilakukan  dan paling banter hasil yang didapatkan adalah alat komuniaski berupa handphone. “Bagi yang tertangkap memiliki handphone didalam sel maka sanksinya berupa haknya untuk mendapatkan remisi dihapus. Dan ini sudah banyak napi yang kena sanksi,” sebut Pria.

Ditegaskannya kembali, untuk kedua tahanan yang diduga pesta sabu itu, setelah dilakukan pemeriksaan awal, keduanya diserahkan ke satuan narkoba Polres Tarakan untuk diperiksa sebagai tersangka dalam kasus narkoba. “Namun karena kedua adalah tahanan pengadilan, maka setelah diperiksa sudah dikembalikan ke lapas guna menjalani proses hukum untuk kasus yang pertama,” pungkasnya. (noi)


SUMBER INFO (kecuali gambar ilustrasi) :
JPNN.COM - Jum'at, 11 Maret 2011

BERBAGI INFO :

JANGAN LUPA !!!! SISIPKAN KOMENTAR ANDA TENTANG ARTIKEL INFO DIATAS,
TERIMA KASIH.

Kamis, 10 Maret 2011

GEDUNG ADMINISTRASI BANDARA DIANCAM DIDUDUKI



Terkait Kasus Gugatan Warga terhadap Bandara Juata dan Pemkot
Meskipun sudah  mengadukan nasibnya ke ranah hukum melalui Pengadilan Negeri (PN) Tarakan, dan sidang perdana yang seharusnya di gelar kemarin (09/03) ditunda Rabu pekan depan (16/03). Warga yang merasa memiliki hak atas kepemilikan lahan di gedung admistrasi Bandara Juwata Tarakan berencana akan menduduki gedung administrasi lagi.
Padahal sebelumnya warga juga pernah melakukan penyegelan di bangunan Gedung Administrasi Bandara Juwata ini selama tiga hari pada Desember 2010 lalu (05-17 Desember 2010).
Penasehat Hukum (PH) warga sebagai penggugat Rabshody Roestam SH mengatakan tujuan warga untuk menduduki gedung administrasi Bandara ini dalam waktu dekat jika pihak Pemkot dan Bandara selaku tergugat  tidak memberikan respons untuk memenuhi tuntutan warga.
“ Tujuan kami hanya melakukan penyitaan untuk menentukan bahwa lahan ini berstatus quo hingga ada kepastian hukum yang tetap dari PN atau Mahkamah Agung sekalipun. Akan kami perjuangkan terus hak kami,” ujarnya.
Inisiatif untuk menduduki gedung administrasi Bandara ini diterangkan Rabshody karena pihak pengadilan tidak mungkin akan melakukan sita jaminan hingga memberikan status quo atas lahan tersebut.
Selain di atas lahan sebesar 4 hektare lebih yang diklaim milik warga dibangun gedung administrasi Bandara, juga dibangun radar pemantau yang senilai lebih dari Rp2 miliar, tetapi Rabshody menegaskan tidak akan mengganggu gugat kerja radar. Pasalnya Komandan Pangkalan Angkatan Udara (Danlanud) Letkol Nav Budi Handoyo sudah mengiriman surat ijin beroperasinya Radar kepada warga melalui Rabshody sebagai PH warga.
 “Kami bukan menuntut ganti rugi lahan, tetapi denda sebanyak 2 % dari harga lahan ini sekarang dikalikan jumlah pemakaian lahan ini, yaitu 5 tahun. Yang jelas kami akan perjuangkan hak kami ini hingga ke Mahkamah Agung. Sampai kami memiliki kepastian hukum yang mengikat dan inkrah,”t egas Rabshody.(saf)

SUMBER INFO :
KORANKALTIM.CO.ID - JUM'AT, 11 MARET 2011

BERBAGI INFO :

JANGAN LUPA !!!! SISIPKAN KOMENTAR ANDA TENTANG ARTIKEL INFO DIATAS,
TERIMA KASIH.

KOMPUTER SISTEM SIM ONLINE SUDAH BEROPERASI



Sejak Senin (07/03) lalu, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Tarakan sudah menerapkan pembuatan Surat Ijin Mengemudi (SIM) dengan menggunakan sistem online dan digital.
Sistem online ini selain untuk memudahkan semua pemohon SIM juga untuk menghindari adanya kemungkinan masyarakat yang membuat SIM di dua daerah sekaligus.
Kapolres Tarakan AKBP Dharu Siswanto melalui Kasat Lantas AKP Gatot Yulianto mengatakan nantinya semua pemohon SIM ini sidik jarinya akan langsung dikirimkan ke Mabes Polri sebagai data pemohon.
“Jadi sebelum pemohon melakukan tes teori menggunakan komputer digital, pemohon akan langsung melakukan 10 sidik jari, tanda tangan dan berfoto secara digital dengan memasukkan nomor register pendaftaran pemohon terlebih dahulu,” ujarnya.
Setelah itu, pemohon dapat mengikuti ujian teori dan praktek. “Jadi karena proses sidik jari ini, pemohon tidak boleh diwakilkan. kan data sidik jari, tanda tangan dan foto pemohon langsung terdata di Mabes Polri,” jelas gatot lagi.
Gatot juga menjelaskan, setelah proses 10 sidik jari dan foto secara digital selesai dilakukan, SIM pemohon tidak langsung dicetak. Tetapi pemohon wajib mengikuti ujian teori dengan menjawab 30 soal terlebih dahulu dengan menggunakan sistem online audio visual. Lalu ujian prakteknya dilakukan di halaman parkir Polres Tarakan.
”Pemohon harus bisa menjawab 18 soal secara benar agar bisa lulus, tapi kalau dibawah 18 pemohon dianggap gagal dan harus mengulang kembali. Lalu setelah lulus ujian praktek baru SIM dicetak” terang Gatot lagi.
Proses pembuatan SIM online ini sendiri diterangkan Gatot akan lebih lama dari pembuatan SIM secara manual seperti sebelumnya. Pasalnya kemungkinan gangguan internet untuk bisa berhubungan dengan Mabes Polri bisa mengakibatkan hubungan menjadi putus.
“Saat ini kan kita hanya menggunakan 5 unit komputer untuk sistem pembuatan SIM online. Dan jika hubungan dengan Mabes Polri terputus akibat adanya gangguan internet, maka pembuatan SIM menunggu jaringan ini kembali bagus,” imbuhnya.
Selain itu, Satlantas Polres Tarakan pun baru bisa melayani pembuatan SIM baru. Sedangkan untuk perpanjangan SIM belum bisa dilayani dengan menggunakan sistem SIM online ini.
“Aplikasi program perpanjangan SIM masih dalam pemasangan, jadi kita baru bisa melayani pembuatan SIM baru saja. Karena jika aplikasinya belum terpasang, maka data lama belum bisa teregistrasi ke Mabes Polri,” jelasnya.
Khusus wilayah Kalimantan bagian utara, Polres Tarakan merupakan satu-satunya Polres yang mengggunakan sistem online ini, meskipun semua Polres yang ada sudah dipasang komputerisasinya.(saf)

SUMBER INFO (kecuali gambar ilustrasi) :
KORANKALTIM.CO.ID - JUM'AT, 11 MARET 2011

BERBAGI INFO :

JANGAN LUPA !!!! SISIPKAN KOMENTAR ANDA TENTANG ARTIKEL INFO DIATAS,
TERIMA KASIH.

POLISI MASIH MENCARI PELAKU PEMBUANG BAYI



Jajaran Reskrim Polres Tarakan masih terus mencari pelaku ataupun orangtua yang tega membuang bayi laki-laki di bak sampah yang berada di Jl Kesuma Bangsa depan Koramil Lingkas Ujung, Selasa (8/3/2011), sekitar pukul 17.30.

"Kami masih terus mencari pelaku pembuang bayi ini. Kami berharap pelaku bisa segera ditemukan, karena kami  sampai saat ini masih mengkumpulkan beberapa informasi dari masyarakat," ucap Kasat Reskrim Polres Tarakan, AKP Imam Muhadi,  Rabu (9/3/2011) di ruang kerjanya.

Imam mengatakan, hingga saat ini mayat bayi laki-laki berkulit putih dan memiliki berat 2 1/4 kilogram serta tinggi 45 cm tersebut masih disimpan di ruang mayat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan.

Seperti yang diberitakan kemarin, mayat bayi laki-laki yang masih lengkap dengan ari-arinya ini ditemukan pertama kali  oleh Marten Palungan, warga Jl Juata Harapan RT 10, Tarakan Barat dengan kondisi sudah tidak bernyawa. Saat itu Marten sedang mencari sisa-sisa makan yang berada di dalam bak sampah untuk makan ternaknya.

Namun saat mengorek-ngorek plastik, Marten kaget karena ternyata di dalam sebuah plastik terdapat sesosok mayat bayi laki-laki. Melihat mayat bayi ini Marten langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polres Tarakan.


SUMBER INFO :
Tribun Kaltim - Rabu, 9 Maret 2011

BERBAGI INFO :

JANGAN LUPA !!!! SISIPKAN KOMENTAR ANDA TENTANG ARTIKEL INFO DIATAS,
TERIMA KASIH.

NASIB WANITA KORBAN TRAFFICKING



Dinsos Belum Berikan Fasilitas
Setelah berhasil melarikan diri dari majikannya di salah satu tempat karaoke di Jalan Kesuma Bangsa Tarakan, tiga korban trafficking masing masing bernama PU (17), JU (22) dan RI (24) sejak 01 Februari lalu, ternyata hingga kemarin (09/03) ketiga korban ini belum mendapatkan perhatian dari Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan.
Padahal sebelumnya pihak Kepolisian sudah beberapa kali melakukan koordinasi dengan Pemkot Tarakan melalui Dinas Sosial (Dinsos) untuk merundingkan nasib ketiga wanita ini selanjutnya.
Kapolres Tarakan AKBP Dharu Siswanto melalui Kasat Reskrim Imam Muhadi mengatakan bahwa dari beberapa koordinasi yang dilakukan polisi kepada Dinsos, Dinsos sendiri memberikan kepastian akan memfasilitasi tempat tinggal serta biaya hidup mereka selama penyelidikan masih berlangsung hingga pemulangan ke daerah asal ketiganya di Kelurahan Cibako Kecamatan Batu Tunggal Bandung ini.
“Sejauh ini kita masih koordinasi dengan Dinsos, meskipun sudah diberikan kepastian akan bantuan kepada ketiga korban. Tetapi hingga saat ini pun kita masih belum menerima bantuan tersebut,” ujarnya
Mengenai biaya hidup selama 9 hari ini pun, ketiganya terlihat hanya makan di Kantin Polres dengan biaya yang ditanggung oleh pihak kepolisian sendiri.
“Kita tidak mempermasalahkan selama ketiga korban ini di sini (Kantor Polisi.red). saat ini pun kami memberikan ruangan untuk mereka tinggal sementara di ruangan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Reskrim Polres,”imbuhnya
Padahal Pemkot melalui Dinas Sosial harusnya memberikan perhatian khusus terhadap nasib ketiga korban traficking ini. Tidak memandang seperti apa pekerjaan yang mereka lakoni sekarang, tetapi lebih kepada tugas Pemkot untuk melindungi Wanita dan anak.
BELUM ADA TERSANGKA BARU
Setelah menetapkan dua pemilik tempat karaoke di Jalan Kesuma Bangsa tempat ketiga korban ini bekerja sebagai tersangka, keduanya yaitu NU dan EN. Polisi belum menemukan adanya dugaan tersangka lain dalam kasus ini.
Meskipun dari penyelidikan sebelumnya saksi LN disebut-sebut sebagai orang yang mengajak ketiga korban ini ke Tarakan atas perintah NU dan EN.
Tetapi Imam juga mengaku tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka lain yang ditetapkan polisi nantinya. Mengingat polisi masih melakuka sejumlah penyelidikan terhadap kasus ini.(saf)

SUMBER INFO (kecuali gambar ilustrasi) :
KORANKALTIM.CO.ID - KAMIS, 10 MARET 2011

BERBAGI INFO :

JANGAN LUPA !!!! SISIPKAN KOMENTAR ANDA TENTANG ARTIKEL INFO DIATAS,
TERIMA KASIH.

TARAKAN DIJADIKAN MODEL UNTUK DAERAH LUAR JAWA



Rencana pendirian Gedung Kesatuan Pengelolan Hutan Lindung (KPHL) oleh Kementerian Kehutanan (Kemhut) ternyata memberikan kebanggan bagi Kota Tarakan. Tarakan merupakan kota pertamakali di luar Jawa yang akan dijadikan  model untuk kota dan kabupaten setelah Yogyakarta.

"Jadi Kota Tarakan ini boleh berbangga karena dengan adanya Gedung KPHL, Kota Tarakan akan menjadi model daerah-daerah di luar pulau Jawa. Apalagi mengingat di Tarakan ini pulau kecil, tapi untuk petugas KPHL telah dibentuk dan pejabatnya juga sangat mendukung untuk pembangunan kehutanan," ujar Kepala Pusat Humas Kemhut RI Masyhud, di Balroom Swissbel Hotel, Kamis (10/3/2011)

Asisten Bidang Pembangunan Pemkot Tarakan Sopian Raga berterimakasih dengan Kemenhut yang telah memberikan perhatian yang sangat besar kepada Kota Tarakan.


SUMBER INFO (kecuali gambar ilustrasi) :
Tribun Kaltim - Kamis, 10 Maret 2011


BERBAGI INFO :

JANGAN LUPA !!!! SISIPKAN KOMENTAR ANDA TENTANG ARTIKEL INFO DIATAS,
TERIMA KASIH.

VIDEO SUATU HARI DI KOTA TARAKAN

VIDEO SUATU HARI DI KOTA TARAKAN
LIHAT VIDEONYA, SILAHKAN KLIK GAMBAR DIATAS